Kamis, 03 Juni 2010

Pria Pelit Memberi Maaf?

Kata orang, perempuan itu lebih sering mengungkit kesalahan di masa lalu daripada laki-laki. Tapi, ditinjau dari karakter alami masing-masing gender, ternyata justru pria yang lebih sulit memberikan maaf dibandingkan perempuan. Hal ini terungkap melalui sebuah peneliatian yang dilakukan di Case Western Reverse University antara tahun 1998 hingga 2005 yang melibatkan 1400 orang responden.

Menurut Juola Exline, salah seorang peneliti, pria pada dasarnya memiliki ego yang lebih besar daripada perempuan, sehingga tidak terlalu mudah berempati terhadap kesalahan orang lain yang dilakukan terhadap dirinya. "Tetapi hal ini bisa berubah apabila dalam perkembangannya pria tersebut mampu belajar menempatkan diri dalam posisi orang lain serta berlatih memberikan empati," kata Exline.

Penelitian lain yang dilakukan The John Templeton Foundation mendukung studi di atas. Berdasarkan hasil studi ini, selain sifat dasar yang dipengaruhi oleh unsur kimiawi otak, pengaruh lingkungan juga punya peranan penting dalam membentuk perilaku laki-laki dan perempuan dalam hal memberikan dan meminta maaf.

Sejak kecil, perempuan sudah dilatih untuk menempatkan dirinya di dalam situasi orang lain, sehingga punya empati lebih besar terhadap kesalahan yang dilakukan orang lain. Lain halnya dengan pria, yang selalu dilatih untuk menjadi pemimpin dan orang nomor satu. Secara general, hal ini mengakibatkan pria cenderung bersikap lebih "saklek" dan sulit mentolerir kesalahan yang dilakukan orang lain.

Bilang "Sorry" = Menunjukkan Kelemahan
Bukan hanya tak mudah memberi maaf, meminta maaf juga terbilang uatu hal yang amat sulit dilakukan oleh mayoritas pria. Menurut Dr Pam Spurr, pakar relationship, seperti yang dikutip oleh harian The New York Times, ketimbang meminta maaf, pria lebih memilih menjelaskan secara rinci apa yang melatarbelakangi tindakan keliru yang dilakukannya.

Menghindari permintaan maaf dengan cara memberikan penjelasan mendetail ini dilakukan pria dengan harapan pasangannya akan mau memberikan pengertian atas tindakannya itu. Dan kalau bisa, sekaligus supaya pasangannya bisa menarik kesimpulan sendiri bahwa pria itu sebenarnya merasa menyesal.

"Hanya saja, meski di dalam hati sudah menyesal, tetapi melontarkan kata 'maaf' secara langsung dirasakan oleh pria sebagai suatu hal yang akan mempertontonkan kelemahan dirinya. Di merasa hal tersebut akan menjatuhkan harga dirinya di depan pasangan. Padahal, tak ada seorang pria pun yang mau dirinya dianggap lemah," kata Spurr.

Apa yang terjadi kalau Anda terus mencecarnya dengan kalimat-kalimat menyudutkan, dengan harapan pasangan pada akhirnya akan meluncur kata "maaf" dari bibirnya? Menurut Spurr, jika itu dilakukan, maka pada akhirnya bisa jadi Anda sendiri yang kecewa. "Bukannya menyerah, pria tersebut akan semakin bersikap defensif karena merasa telah dipojokkan," kata Spurr.

Minta Maaf Lewat Tindakan
Meski sulit melontarkan kata maaf, pria punya cara menunjukkan penyesalannya melalui tindakan. Menurut Sam Margulies, Ph.D, seorang konselor perkawinan, seringkali pria meminta maaf secara tidak langsung dengan cara berbaik-baik pada pasangannya. "Contoh ekstremnya adalah perilaku pria abusive yang gemar menghujani pasangannya dengan berbagai hadiah, setelah sebelumnya melakukan kekerasan pada diri pasangannya itu," kata Margulies.

Bukan hanya pria abusive, pria "normal" pun melakukan hal yang nyaris serupa. Makanya, tak perlu heran apabila kekasih Anda tiba-tiba berubah jadi supermanis setelah sebelumnya lupa mengucapkan selamat ulangtahun kepada Anda. Itu adalah cara yang dilakukannya untuk menyatakan penyesalan dan berupaya mengambil hati Anda kembali.

Lantas, bagaimana cara terbaik meminta maaf kepada kekasih apabila justru Anda yang melakukan kesalahan? Margulies menyarankan Anda untuk meniru gaya pria dalam meminta maaf, yaitu menjelaskan secara kronologis apa yang mendasari Anda melakukan suatu tindakan. Setelah itu, langsung saja meminta maaf karena telah menyakiti dirinya, dan menawarkan diri melakukan sesuatu untuk "menebus" kesalahan itu. Misalnya, dengan cara membuatkan kue untuknya atau menemaninya pergi nonton pertandingan olahraga.

Ciri khas yang dalam hal ini menjadi kelebihan seorang pria adalah, meski lebih sulit memberi maaf, pria tidak suka mengungkit-ungkit masalah lama. Jadi, apabila suatu persoalan sudah selesai, pria menganggap tak ada perlunya lagi masalah tersebut kembali dibahas dan cenderung melupakannya. "Ini berbeda dengan perempuan yang lebih cepat memberikan maaf, namun lebih sulit melupakan kesalahan yang dilakukan orang lain," ungkap Margulies.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar