Sabtu, 20 Maret 2010

suku bunga kpr

Bisnis properti di Jawa Tengah diperkirakan kembali bergairah pada tahun 2010 dikarenakan turunnya suku bunga KPR, menguatnya daya beli masyarakat, dan penambahan subsidi pemerintah untuk rumah sehat sederhana setelah lesu pada tahun 2009.



"Masyarakat lebih diuntungkan karena membeli rumah lebih mudah," kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estat Indonesia (DPD REI) Jateng Sudjadi di Semarang, Rabu (6/1). Menurut Sudjadi, rumah sehat sederhana (RSH) pun akan banyak diminati.



Suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) turun dari 14 persen menjadi hingga 10 persen dan pemerintah pusat sudah berusaha agar bunga KPR tidak akan lebih dari dua digit atau di bawah 10 persen. Kondisi ini sangat menguntungkan masyarakat karena sebanyak 85 persen pembeli rumah menggunakan fasilitas KPR.



Jika suku bunga KPR turun, subsidi dari pemerintah bertambah. Pada 2010 pemerintah pusat mengucurkan subsidi RSH sebanyak Rp 3,1 triliun, meningkat dibandingkan pada 2009 yang hanya sebesar Rp 2,5 triliun. Namun, tidak ada kuota khusus ke masing-masing daerah untuk subsidi tersebut.



"Subsidi ini akan diperebutkan di seluruh Indonesia sehingga kami berusaha mengajak masyarakat Jateng untuk mau mengambil bagian sebanyak-banyaknya," kata Sudjadi.



Faktor lain yang mendukung perbaikan sektor perumahan adalah rendahnya inflasi Jateng pada 2009 sebesar 3,32 persen, jauh lebih rendah dibandingkan inflasi 2008 sebesar 9,55 persen. Hal ini mengindikasikan daya beli masyarakat akan menguat di 2010. Target 10.000 rumah.



Menurut Sudjadi, pada 2009 DPD REI merencanakan menjual sebanyak 10.000 unit rumah berbagai jenis. Namun, hanya sekitar 8.400 unit rumah yang terjual. Sebanyak 65 persen di antaranya merupakan rumah sederhana dan sisanya adalah rumah tipe menengah ke atas. "Tahun ini, kami juga berharap dapat menjual sekitar 10.000 unit rumah," kata Sudjadi.



Direktur Graha Candi Golf Laksana Sunarko mengatakan, dengan kondisi yang menguntungkan ini, pihaknya fokus dalam hal promosi. "Promosi harus bagus karena minat masyarakat untuk membeli rumah tipe menengah ke atas juga akan meningkat," kata Sunarko.



Untuk lebih menggairahkan bisnis properti di Jateng, DPD REI juga berencana menghadirkan sebanyak 1.000 pengembang properti tingkat nasional. Para pengembang itu akan mengikuti pameran properti sekaligus HUT Ke-38 DPD REI pada Maret 2010 secara serentak di beberapa kota di Jawa Tengah.

sumber :
rumahdan properti.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar