Rabu, 26 Mei 2010

Anak-anak Italia Kursus Seni Sunda

Murid dari sekolah musik Instituto Comprensivo Dante Alighieri, Venezia berusia rata rata sembilan tahun dengan antusias mengikuti lokakarya belajar bermain musik, menari dan nyanyi serta mendalang.

Lokakarya mengenai alat-alat musik, tari dan lagu Sunda digelar di "Fundazione CINI" di Santa Giorgio, pulau kecil dan indah di Venezia, demikian "Counsellor" Pensosbud KBRI Roma, Musurifun Lajawa, Rabu.

Pada akhir lokakarya, Ketua STSI Bandung Prof. Enoh M.Hum menyerahkan sejumlah wayang kepada Instituto Comprensivo Dante Alighieri kepada kepala sekolah Prof Dr Roberto Santini. Lokakarya diikuti sedikitnya 120 anak-anak dari sekolah musik Instituto Comprensivo Dante Alighieri, Venezia didampingi kepala sekolahnya, Roberto Sintini.

Selama mengikuti lokakarya, anak-anak umur rata-rata 9 tahun tampak sangat antusias bermain musik, menari dan nyanyi serta mendalang.

Para peserta dengan mudah mengikuti lokarya, karena alat-alat musik dari dunia timur atau oriental tidak membutuhkan pengantar teori yang rumit, ujar Musurifun Lajawa.

Prof Dr Roberto Sintini mengakui semua murid di sekolah yang diasuhannya sudah menguasai paling tidak dua alat musik.

Menurut dia, praktik langsung dalam lokakarya musik tradisional Indonesia ini, bukan hanya menjadi sarana pendidikan musik yang efektif, tetapi juga akan meningkatkan pemahaman dan kecintaan pada budaya lain sejak usia dini.

Pakar kebudayaan Sunda yang memperkuat misi STSI Bandung, Prof Dr Jacob Sumardjo menegaskan, pengenalan dan kecintaan terhadap berbagai ragam budaya akan melahirkan budaya damai di bumi.

Sebelum lokakarya digelar pertunjukkan "The Soul of West Java" dengan menampilkan Dwiki Dharawan dan STSI Bandung di Teatro Goldoni, Venezia

Dubes RI untuk Italia, Mohamad Oemar beserta isteri, menerima sambutan dari masyarakat Italia yang dengan sabar menyalami guna menyampaikan terima kasih dan kekaguman mereka.

Bukan kebiasaan di Venezia atau pun Italia, penonton menyalami tuan rumah pada akhir acara pertunjukan, ujar Prof Dr Giovanni Giuriati, Direktur Institut Perbandingan Musik di Venezia.

Dubes Oemar menyampaikan tari, musik dan lagu yang dipersembahkan STSI Bandung hanyalah satu dari sekitar 300 suku bangsa Indonesia, yang terdiri dari lebih 17.000 pulau Nusantara dan karenanya mengembangkan tradisi dan budaya serta bahasa yang berbeda-beda.

Karena itu, diplomasi kebudayaan sebagai salah satu sumber kekuatan "soft power" Indonesia perlu terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya.

Venezia kota bersejarah dan salah satu tujuan utama pariwisata di Italia, yang dikenal sebagai kota terapung.

Di antara 700 penontong yang memadati Teatro Goldoni, di pusat keramaian kota Venezia, para wisatawan pun ikut menyaksikan pertunjukan kesenian Sunda yang eksotik.

Pertunjukan di Venezia mengakhiri kunjungan misi kebudayaan Sunda di Italia, setelah sebelumnya tampil sukses di Roma dan Napoli pekan lalu. Kunjungan budaya ini dilaksanakan atas kerja sama KBRI Roma dengan Kementerian Pendidikan Nasional dan STSI Bandung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar