Senin, 24 Mei 2010

Jalan Kaki Menurunkan Risiko Stroke pada Wanita

Penelitian yang dilansir oleh University of Cincinnati Neuroscience Institute menunjukkan bahwa pada tahun 1993-1994, usia rata-rata pasien yang terkena stroke adalah 71 tahun. Namun, pada tahun 2005, usia rata-ratanya menurun hingga menjadi 68 tahun. Namun, persentase pasien stroke pada usia 20-45 tahun meningkat hingga 7,3 persen pada tahun 2005, sedangkan pada tahun 1993-1994 persentasenya hanya 4,5 persen. Sulit diketahui apa yang mendorong perubahan ini. Spekulasinya, prevalensi diabetes, hipertensi, dan obesitas yang meningkat adalah penyebabnya.

Karenanya, sudah saatnya mereka yang masih sehat untuk menjaga kesehatannya sedini mungkin. Penelitian lain, yang dilansir di Dallas, Amerika Serikat, menyatakan bahwa wanita bisa menurunkan risiko stroke dengan berolahraga berjalan kaki secara rutin.

Laporan dari studi yang dilangsungkan oleh American Heart Association Journal Stroke berkesimpulan bahwa para wanita yang berjalan kaki perlahan selama 2 jam seminggu dengan kecepatan beragam dapat menurunkan risiko terkena stroke sebanyak 30 persen.

Riset tersebut melibatkan 39.000 wanita pekerja kesehatan yang berusia 45 tahun atau lebih. Dalam penelitian tersebut, diperhitungkan pula faktor usia, penggunaan aspirin, perokok atau bukan, dan hal-hal lain yang bisa mencetus risiko stroke. Para wanita ini secara periodik disurvei aktivitas fisiknya. Selama 12 tahun penelitian, sebanyak 579 respondennya dilaporkan mengalami stroke.

Selain berjalan kaki, studi ini juga memperhitungkan aktivitas berat, seperti berlari, berenang, dan bersepeda. Namun, para peneliti tidak menemukan hubungan antara aktivitas berat tersebut dan penurunan risiko stroke. Para peneliti melihat adanya kemungkinan bahwa aktivitas menengah jauh lebih baik dalam menurunkan tekanan darah.

Disarankan untuk berjalan kaki dengan kecepatan sedang sehingga masih memungkinkan Anda untuk berbicara, tetapi tidak mungkin untuk bernyanyi. Selain tekanan darah, penyakit jantung, diabetes tipe dua, dan obesitas adalah hal-hal yang bisa memicu terjadinya stroke. Hal-hal yang berisiko menyebabkan stroke tersebut bisa dikurangi dengan aktivitas fisik. Karena itulah, aktivitas dengan intensitas menengah tetapi konsisten sepertinya akan memberikan efek baik pada tubuh.

The American Heart Association merekomendasikan orang dewasa untuk melakukan olahraga 2,5 jam per minggu atau 75 menit per minggu untuk melakukan aktivitas aerobik atau kombinasi aktivitas aerobik untuk membantu kesehatan tubuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar