Senin, 26 April 2010

Indonesia Masih Butuh 4 Juta Wirausaha

Medan, (Analisa)
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs H Muhaimin Iskandar MSi mengatakan, idealnya dalam suatu negara jumlah wirausaha mencapai 2 persen dari seluruh penduduk

"Ini berarti kita harusnya memiliki 4,4 juta wirausaha. Tapi kenyataannya kita hanya memiliki 400 ribu orang wirausaha. Kita masih butuh 4 juta wirausaha lagi," ujar Menakertrans saat meresmikan Bursa Kerja Khusus Online Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan di kampus tersebut Jalan Gatot Subroto, Jumat (19/2).

Hadir pada peresmian itu Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Ketua Komisi E DPRD Sumut Brilian Moktar, Kadis Nakertrans Sumut Drs Rapotan Tambunan, Staf Khusus Menakertrans Marwan Dasopang, Kakanwil Jamsostek Sumut Herry Herland S, Rektor Unpab HM Isa Indrawan SE MM dan lainnya.

Karena itu kata Menakertrans bagaimana agar dunia pendidikan kita mampu menghasilkan wirausaha-wirausaha yang bisa memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya lainnya.

Kewirausahaan (entrepreneurship) kata Menakertrans perlu dikembangkan dan harus menjadi arus utama bukan hanya pola pikir (mindset) belaka tapi harus menjadi budaya.

"Karena itu pendidikan kewirausahaan harus dikembangkan sejak usia dini hingga ke perguruan tinggi. Mahasiswa juga jangan takut bermimpi jadi wirausaha," ujarnya.

Mengenai keberadaan Bursa Kerja Khusus Online sendiri, Menakertrans berharap agar bisa memberikan pelayanan kepada mahasiswa dan alumni yang mencari pekerjaan. "Bursa ini diharapkan menyediakan informasi lapangan kerja yang dibutuhkan mahasiswa dan alumni," ujarnya.

Referensi

Sementara pada sisi lainnya lanjut Menakertrans, bursa juga bisa menjadi referensi bagi penyedia kerja yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang mereka butuhkan.

Terakhir Menakertrans mengatakan, ada beberapa hal penting yang harus dicapai bursa tersebut antara lain, sistem yang dibangun harus dapat memberikan informasi kerja secara gratis dan tidak diskriminasi paling tidak di wilayah tersebut.

Kemudian aksesnya harus terbuka dan membuat hubungan timbal balik antara pemerintah mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, masyarakat dan dunia usaha.

Bursa harus memberi layanan informasi kerja semacam database yang lengkap dan terakhir harus mampu menjaga lingkungan yang kondusif dan nyaman.

Sebelumnya Rektor Unpab HM Isa Indrawan menjelaskan keberadaan Unpab yang dimulai dari Akademi Metafisika yang digagas oleh Prof H Kadirun Yahya.

"Saat ini Unpab merupakan salah satu divisi dari Yayasan Prof Kadirun Yahya. Divisi lain persulukan, dan lainnya. Kami mengelola 700 surau di seluruh Indonesia 700 surau di Malaysia dan dua surau di luar negeri," ungkapnya.

Mengenai Bursa Kerja Khusus Online, Isa mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan universitas lainnya, masyarakat serta kalangan dunia usaha.

Acara itu diakhiri dengan pembukaan selubung Bursa Kerja Khusus Online Upnab, penandatanganan prasasti dan penandatangan kerjasama Unpab dengan Dinas Tenaga Kerja Sumut. (rrs)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar