Rabu, 21 April 2010

Langit Bertabur Bintang, Bukan Karena Hujan Meteor

Jika memperhatikan langit malam beberapa hari ini, Anda akan menemukan pemandangan langit yang nampak tidak seperti biasanya. Langit nampak indah, bersih dan bertabur bintang. Apa penyebabnya? Adakah kaitannya dengan fenomena hujan meteor Lyrid?

Melalui ngobrol-ngobrol di situs jejaring sosial Facebook, Kepala Observatorium Boscha Hakim L Malasan, pun mengakui bahwa langit malam beberapa hari ini memang nampak kemilau. Namun menurutnya, keadaan ini tidak berkaitan dengan fenomena hujan meteor Lyrids yang berlangsung sejak 16 hingga 26 April. "Ya, memang langit cerah, tapi itu semata karena kita memasuki musim kemarau," kata Hakim, Senin (19/4/2010).

Hal ini berlaku di seluruh Indonesia, bahkan di Jakarta sekalipun yang langitnya terkenal terang benderang karena penuh dengan polusi cahaya. Sehingga tidak heran, banyak dari warga Jakarta yang mengungkapkan kekaguman mereka tentang keindahan langit yang bertaburan bintang melalui status di situs jejaring sosial Facebook.

"Langit malam ini keren banget, rasanya baru kali ini lihat langit Jakarta bersih banyak bintangnya," ujar salah satu pengguna Facebook, Petty, yang memposting statusnya tadi malam. Dalam pantauan okezone, tidak hanya Petty yang mengungkapkan kekagumannya pada keindahan langit. Dua hari ini, ada enam sampai sepuluh Facebooker mengungkapkan hal senada.

Sementara Hakim, sambil bercanda mengungkapkan pendapatnya bahwa jika langit Jakarta nampak bersih, kemungkinan karena kesuksesan kampanye mengurangi polusi cahaya. "Kalau di Jakarta langit cerah, artinya kampanye polusi cahaya efektif ya. Hujan meteor Lyrid tahun lalu (kondisinya) juga seperti sekarang, hanya banyak orang yang kurang tahu saja," ujarnya.

Jika ditilik dari sisi pengetahuan astronomi yang sedikit lebih rumit, Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menyebutkan, kondisi langit cerah beberapa hari ini dipengaruhi beberapa faktor.

"Kondisi sekarang yang masih ada efek El Nino di lautan pasifik, dipole mode positif di lautan Hindia, dan efek MJO aktif yang menekan pembentukan awan di wilayah Indonesia, berdampak pada langit yang relatif cerah. Siang akan terasa sangat menyengat dan malam dapat kita saksikan banyak bintang," terangnya.

Selain berpendapat soal keindahan langit beberapa hari ini, Thomas juga mengungkapkan harapannya untuk bisa melihat puncak hujan meteor Lyrids dengan baik.

"Semoga puncak hujan meteor Lyrids malam Kamis, 21 dan 22 April dapat disaksikan dengan baik. Tiga syarat utama melihat hujan meteor Lyrids adalah cuaca cerah, jauh dari polusi cahaya lampu, dan medan pandang ke langit Timur hingga Utara tidak terganggu," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar