Kamis, 08 April 2010

ringkasan novel ayat - ayat cinta

Ayat-ayat Cinta adalah Novel Islami pertama yang saya baca. SANGAT FENOMENAL! hanya kata itu yang bisa saya ungkapkan. Novel karya Kang Abik, panggilan untuk Habibburahman El Shirazy, ini memang cukup menarik. Sangat kental dengan suasana Timur Tengah dan kehidupan pelajar Indonesia di Mesir. Penuh motivasi, banyak pelajaran tentang nilai-nilai Islam yang bisa diambil dan juga mengharukan. Meski saya bukanlah termasuk kategori pembaca novel yang baik, namun beberapa bagian dari novel ini mampu membuat saya terhanyut, sehingga air mata saya tak terbendung lagi. Padahal saat itu malam sudah sangat larut, saya membacanya pada pukul 01.00 dinihari.Banyak orang yang menyebut karya ini sebagai novel pembangun jiwa. Memang saya akui Ayat-Ayat Cinta adalah suatu karya yang hebat yang dapat memainkan perasaan dan emosi pembaca hingga hatinya teraduk-aduk dan mengharu biru. Siapa pun yang membacanya akan larut dalam suasana yang dikemas apik oleh penulis. Perpaduan kisah hubungan dua keluarga yang didalamnya terdapat toleransi agama antara Muslim dan Kristen Koptik (sebuah aliran agama Kristen yang banyak dianut oleh komunitas Kristen di Mesir) mengantar pembaca untuk mencerna lebih dalam rangkaian cerita yang terjadi. Alur cerita dimainkan oleh tokoh utama yang bernama Fahri, didukung oleh Nurul, Aisha dan Maria. Kisah cinta mereka mengalir dengan indah. Menurut Fahri, cinta sejati adalah cinta yang diberikan seseorang kepada pasangan hidupnya (istri/suami). Jadi menurutnya, cinta sebelum menikah adalah cinta semu. Walau Fahri punya rasa terhadap Nurul, namun akhirnya dia hanya dan harus memberikan cinta sejatinya kepada Aisha. Sedangkan bagi Nurul, Fahri adalah cinta sejatinya. Walau Fahri sendiri terus berusaha menyadarkan Nurul, agar dia bisa mencintai suaminya (kelak) sepenuh hati. Nurul sendiri merasa tidak dapat melupakan Fahri sepenuhnya, bahkan dia sempat membawa cintanya sampai mati walau bertepuk sebelah tangan.Alur cerita semakin menarik dengan hadirnya Maria, tetangga non muslim yang tinggal satu apartemen dengan Fahri. Ternyata Maria diam-diam juga menaruh hati kepada Fahri hingga ia menderita sakit parah berkepanjangan sampai akhir hayatnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar